STIKes Karsa Husada Garut

Pembukaan dan Serah Terima PKL-PKMD STIKes Karsa Husada Garut Tahun Akademik 2022/2023

 

(Dokumentasi STIKes Karsa Husada Garut)

Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut membuka dan Serah Terima mahasiswa PKL-PKMD STIKes Karsa Husada Garut di Wilayah Kecamatan Wanaraja Tahun 2022/2023 pada Kamis, (29/12/22) berlangsung di Aula Kampus 1 STIKes Karsa Husada Garut, Jalan Subyadinata No.7, Garut. Kegiatan dihadiri oleh H. Hadiat, MA. selaku Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut, H. Engkus Kusnadi, S.Kep., M.Kes selaku Ketua STIKes Karsa Husada Garut, Camat Wanaraja, Perwakilan Ketua Dinkes Kab.Garut, Ketua Puskesmas Wanaraja, serta seluruh mahasiswa peserta PKL-PKMD yang hadir secara langsung dan melalui video conference (zoom).

Praktek Keraja Lapangan (PKL) Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) merupakan kegiatan rutin STIKes Karsa Husada Garut yang diselenggarakan setiap tahun. PKL-PKMD merupakan sarana aplikasi ilmu yang didapatkan mahasiswa selama perkuliahan, baik teori maupun praktikum kedalam kegiatan praktis dalam kegiatan komunitas dilapangan. Kegiatan PKL-PKMD diharapkan mampu berkontribusi secara positif dalam membantu pembangunan desa, khususnya dibidang pembangunan kesehatan.

Elang M. Atoilah selaku ketua pelaksana program kerja PKL-PKMD menyampaikan tema yang digunakan dalam kegiatan, yaitu “Cegah Stunting Siapkan Generasi Cerdas”. Tema dilatar belakangi oleh data angka kejadian stunting yang masih tinggi di wilayah Kab. Garut khususnya Kecamatan Wanaraja. Peserta kegiatan PKL-PKMD berjumlah¬† 380 orang yang terdiri dari 5 program studi, yaitu D3 Keperawatan, D3 Farmasi, D3 Analis Kesehatan, D3 Kebidanan dan S1 Keperawatan yang nantinya akan di distribusikan ke 6 desa yang ada di Kecamatan Wanaraja. Kegiatan PKL-PKMD dilaksanakan selama 2 minggu, mulai dari 2 Januari hingga 14 Januari 2023.

“Yang jelas dari tema yang diambil bukan berarti mengabaikan masalah kesehatan yang lain, tetapi untuk lebih memfokuskan kepada masyarakat”, Tuturnya.

Menurut Camat Wanaraja, daerahnya menempati peringkat 1 di Kabupaten Garut dalam masalah stunting. Kecamatan Wanaraja terdiri dari 9 desa yang memiliki rata-rata angka stunting di setiap desanya mencapai 20%, Desa Sukamenak dan Desa Sindangratu memiliki angka paling tinggi stuntingnya. Beliau mengungkapkan ada 1005 orang anak yang menderita stunting di Wilayah Kecamatan Wanaraja. Penyebab stunting dapat dari berbagai hal seperti Sumber daya manusia serta pola hidup bersih dan sehat yang harus diperhatikan. “Kerena itu stunting bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga para pengusaha dan akademisi yang harus turun tangan”, Tuturnya.

Sementara itu, Ketua STIKes Karsa Husada mengungkapkan permohonan terima kasih kepada Camat Wanaraja yang telah berkenan menerima mahasiswa untuk melaksanakan PKL-PKMD. Beliau mengungkapkan hasil akhir yang akan didapat dari kegiatan PKL-PKMD yang nantinya dapat menjadi prevalensi angka stunting terbaru. Mahasiswa diharapkan dapat menangani permasalahan dengan melibatkan berbagai bidang secara utuh, mampu menjadi fasilitator dan motivator bagi masyarakat, serta dalam prakteknya bisa berkoordinasi dan berkolaborasi dengan tokoh masyarakat dan petugas puskesmas setempat.

 

Foto Kegiatan :